thumbnail

5 Pelajaran Keuangan Yang Didapatkan Pelaku Usaha Selama Pandemi

19 Januari 2021

2020 mungkin bisa dibilang sebagai tahun penuh pembelajaran. Situasi Pandemi COVID-19 yang terjadi dari awal Maret tahun lalu memberikan dampak hampir ke semua sektor kehidupan, termasuk bisnis dan ekonomi.

kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB menjadi salah satu langkah yang diambil pemerintah untuk menekan penyebaran virus COVID-19. Disisi lain, pembatasan ini berdampak pada kegiatan ekonomi yang berjalan hingga mengakibatkan krisis di berbagai negara, termasuk Indonesia. Para pelaku usaha pun dipaksa untuk memutar otak dan dompet mereka agar mampu bertahan.

Namun, seperti kata pepatah, selalu ada hikmah atau kebaikan dari setiap kesusahan yang kita alami. Untuk itu, lewat artikel ini kami ingin merangkum 5 pelajaran yang bisa diambil oleh pelaku usaha selama krisis pandemi COVID-19.

Catat Semua Transaksi Usaha

Krisis akibat pandemi COVID-19 menyadarkan kita akan pentingnya mencatat semua pengeluaran dan pemasukan serinci mungkin. Karena seperti yang kita tahu, Pandemi ini tidak semata menghentikan usaha kita begitu saja, melainkan memaksa kita untuk beradaptasi dengan situasi. Tentunya semua penyesuaian yang mesti dilakukan itu memerlukan biaya.

Catatan transaksi ini dibuat agar kamu tahu pola pemakaian biaya bisnismu. Selain itu, kamu juga bisa mengetahui hal-hal apa saja yang memakan banyak biaya bisnis lewat catatan tersebut. Jika ada yang berlebihan atau terdapat kesalahan, kamu bisa memperbaikinya dengan cara yang cepat dan tepat.

Untuk mempermudah proses ini, kamu bisa memanfaatkan aplikasi catatan keuangan digital seperti CrediBook. Dengan CrediBook, kamu gak perlu lagi catat dan hitung keuntungan secara manual di kertas. Kamu bahkan bisa mengetahui rincian alokasi pengeluaran terbesar sampai mendownload laporan keuangan. Semua bisa kamu lakukan lewat smartphone sambil rebahan.

(Baca Juga : Cara Mencatat Pemasukan & Pengeluaran Usaha dengan Fitur Transaksi CrediBook)

Hindari Pengajuan Pinjaman Yang Berlebihan

Pinjaman usaha memang bisa jadi solusi untuk memenuhi kebutuhan dengan cepat. Akan tetapi, hal ini juga bisa jadi bumerang jika kamu tidak dapat mengelolanya dengan baik.

Untuk itu, sebelum mengajukan pinjaman, kamu wajib untuk membuat pertimbangan di masa depan. Apakah jumlah pinjaman tersebut memungkinkan untuk dibayar oleh usahamu atau tidak.

Perhatikan cash flow bisnismu dan pertimbangkan apakah dengan arus kas yang ada bisa memenuhi pembayaran pinjaman. Jika memang perlu meminjam, sesuaikan jumlah pinjaman dengan kapasitas bisnis yang kamu jalankan.

Apabila kamu tidak berhati-hati, pinjaman dapat merusak keuangan. Membuatmu kehilangan aset berharga, menyebabkan stress, dan bisa mengantarkan bisnismu ke jurang kegagalan. Maka dari itu, pastikan kamu sudah punya rencana kapan dan berapa lama proses pembayarannya, sebelum mengajukan pinjaman.

Lakukan Efektivitas Pengeluaran Usaha

Kehati-hatian adalah kunci sukses dalam mengelola keuangan di masa krisis. Teliti lebih dalam biaya-biaya yang kamu keluarkan saat ini lalu tentukan pengeluaran mana yang bisa dipangkas.

Sambil merancang anggaran pengeluaran, pikirkan kembali apa kamu benar-benar butuh pengeluaran tersebut. Tentukan keputusan tersebut sambil antisipasi perubahan bisnis dengan hal-hal kecil.

Sekecil apapun perubahan yang kamu buat, nantinya akan berdampak pada keadaan finansial usahamu. Anggap masa ini sebagai pelajaran keuangan dan latihan untuk memangkas kebutuhan yang berdasar keinginan semata dan fokus ke kebutuhan utama.

Siapkan Dana Darurat

Ketika kita berada dalam masa krisis, perubahan dan hal-hal tak terduga akan datang bertubi-tubi menguji kekuatan bisnismu.

Dari kejadian ini, kita jadi tahu betapa pentingnya memiliki tabungan dan dana darurat untuk usaha. Maka dari itu, setelah pandemi, mulai serius sisihkan keuntungan bisnis kamu untuk dana darurat. Menurut beberapa pakar financial, dana darurat yang dibutuhkan usaha setidaknya sebesar 3x pengeluaran bulanan.

Ketidakpastian keadaan darurat tidak bisa lagi kamu abaikan karena hal tersebut bisa datang kapan saja, terutama di situasi pandemi seperti saat ini. Jangan tergiur menggunakan dana tersebut untuk hal-hal lain.

Seperti kata pepatah, selalu sedia payung sebelum hujan. Mulai pikirkan skenario terburuk dalam bisnis, lalu tempatkan dana darurat sebagai langkah antisipatif.

Jangan Menyerah Pada Pelanggan

Sesulit apapun situasi yang kamu hadapi, selalu ingat untuk memberikan yang terbaik kepada pelangganmu. Bangun hubungan baik dengan terus perbaiki kualitas produk dan layanan. Selalu cari tahu apa yang mereka butuhkan dan coba untuk cari solusi mudah akan kebutuhan mereka.

Perlu diingat, pengalaman pelanggan yang baik akan dengan sendirinya meningkatkan loyalitas mereka terhadap brand usahamu. Dengan loyalitas yang sudah dibentuk, setidaknya kamu punya jaminan untuk mendapat pemasukan dari satu orang ini.

Ulasan baik dari pelanggan juga akan sangat berharga bagi usahamu, karena pendapat sesama pelanggan adalah salah satu kunci untuk tingkatkan kepercayaan calon pelanggan lainnya. Maka dari itu, kamu harus terus tingkatkan pelayanan yang sudah kamu berikan selama masa pandemi ini.

Itulah tadi setidaknya 5 pelajaran keuangan yang dapat kamu petik dari krisis akibat pandemi COVID-19. Meskipun berat, bukan berarti situasi tersebut tidak bisa kita lewati bukan?

Selain semangat dan strategi, kamu juga harus menentukan tools yang tepat untuk membantu menjalankan bisnis lebih efisien. Salah satunya adalah dengan menggunakan aplikasi CrediBook untuk kelola keuangan usaha.

Dengan CrediBook kamu tidak hanya bisa mencatat transaksi usaha, tapi juga mengelola utang-piutang, dan melakukan pembayaran untuk keperluan usaha. Semuanya bisa kamu lakukan dalam satu aplikasi. Jadi tunggu apalagi? Yuk download CrediBook sekarang dan nikmati berbagai fitur unggulannya!

Bagikan Artikel ini

whatsappwhatsappwhatsapp

Promo & Blog Terbaru