thumbnail

7 Tips Praktis Bikin Jualan Takjil Jadi Laris Manis

16 April 2021

Salah satu produk yang paling dicari selama Ramadan adalah takjil. Takjil itu sebenarnya artinya menyegerakan berbuka, loh. Namun, maknanya justru bergeser menjadi makanan untuk berbuka puasa. Makanan khas berbuka di Indonesia sendiri identik dengan yang rasanya manis karena mengikuti sunnah. Setiap tahunnya, banyak pedagang dadakan yang mencoba peruntungan dengan mencoba menjual takjil.

Meskipun sekilas terlihat mudah, ada banyak hal yang mesti kamu perhatikan agar sukses dalam menjalankan usaha yang satu ini. Untuk itu, simak beberapa tips praktis agar jualan takjil jadi laris manis.

1.Jual Sesuai Selera Pasar

Kamu mungkin punya banyak ide kreatif untuk menjual takjil. Namun, perhatikan selera pasar, ya. Kamu bisa buat survei kecil-kecilan dengan bertanya pada teman, tetangga, maupun keluarga mengenai takjil favorit mereka. Tiap daerah punya budaya sendiri, loh, dalam memilih menu untuk berbuka.

Kamu juga bisa menjual makanan atau minuman sesuai tren. Apakah di daerahmu sedang tren es timun dan selasih? Jual saja, tapi, tambahkan kreasi lain sebagai pembeda. Kue balok sedang disukai? Jual dengan topping yang lain agar semakin menarik.

2. Jual Secara Online

Bingung mau jualan di mana? Mau jual depan rumah, tapi tempatnya kurang strategis? Kamu bisa jual online, loH. Caranya dengan metode pre-order. Informasikan kepada pelanggan bahwa kamu membuka pre-order untuk menu berbuka tiap hari selama bulan puasa. Pelanggan diminta memesan H-1. Selain tidak perlu lokasi berjualan, kamu juga menekan kerugian. Karena semua produk yang kamu buat pasti terjual dan tidak mubazir.

3.Promosi Jauh Hari

Meskipun kamu menjual secara online, tapi tetap butuh promosi jauh hari, ya. Misalnya kamu mulai memposting informasi mengenai rencana berjualan takjil seminggu sebelum Ramadan. Kamu bisa posting di media sosial atau story Whatsapp. Informasi itu sebaiknya dalam bentuk gambar ya, agar mudah di-repost oleh orang lain. Bahkan kamu bisa memakai materi promosi itu sebagai foto profil.

Post-nya tidak cukup sekali. Lakukan beberapa kali hingga orang lain benar-benar menyadari bahwa kamu akan berjualan selama Ramadan. Kalau kamu menggunakan metode pre-order, informasikan sejak awal bagaimana cara pemesanan dilakukan.

4. Bagikan Tester

Agar orang yakin membeli produkmu, bagikan tester pada orang di sekitarmu. Biasanya, pembeli pertama produk kamu adalah orang terdekat, loh. Mulai dari keluarga, teman kantor, tetangga, hingga teman komunitas. Minta mereka memberikan masukan mengenai takjil yang kamu buat. Kalau perlu, posting di media sosial sebagai salah satu bentuk promosi gratis.

5. Paket Bundling

Takut produkmu kemahalan? Takut orang merasa rugi dan tidak mau membayar sesuai harga yang kamu pasang? Buat paket bundling saja. Kamu bisa ikuti trik ini dengan mengintip toko-toko yang menjual makanan di aplikasi ojek online. Banyak, loh, yang membuat paket bundling dengan klaim harganya lebih murah.

6. Jasa Pesan Antar

Kamu bisa menyediakan jasa pesan antar untuk radius tertentu sebagai salah satu nilai jual tambahan. Kalau perlu, jasa antarnya bisa gratis dengan syarat minimum jumlah pembelian. Agar tidak rugi, kamu bisa menaikkan sedikit harga jual produk. Kemas takjil dengan wadah yang aman dari kebocoran selama perjalanan.

7. Perhatikan Waktu Berjualan

Kamu bisa mulai berjualan sejak jam dua hingga tiga sore. Hindari berjualan di waktu yang terlalu dekat dengan Magrib agar hasil penjualan maksimal. Bila membuka jasa pesan antar, waktu berjualan yang terlalu pendek juga akan merugikan. Kamu akan kerepotan untuk mengantar pesanan dalam waktu singkat.

Sebelum menjalankan ketujuh tips di atas, pastikan dulu bahwa produkmu benar-benar bagus agar laku. Lakukan uji coba resep dan tes rasa takjil hingga sesuai standar. Minta orang lain untuk mencoba agar hasilnya lebih objektif.

Meskipun kerap dianggap sebagai bisnis musiman, kamu juga harus memperhatikan manajemen keuangan nya juga ya! Untuk mempermudah, kamu bisa menggunakan aplikasi catatan keuangan digital seperti CrediBook.

Dengan CrediBook, kamu bisa catat semua pemasukan dan pengeluaran usaha lebih mudah. Kamu juga bisa transfer uang untuk keperluan usaha, kelola utang-piutang pelanggan, hingga download laporan keuangan. Semua bisa kamu atasi dalam satu aplikasi.

Yuk, download aplikasi CrediBook sekarang disini dan nikmati berbagai fitur unggulan nya!

Bagikan Artikel ini

whatsappwhatsappwhatsapp

Promo & Blog Terbaru