logo

Cara Memulai Bisnis Online untuk Pemula

13 Okt 2020

Di era digital seperti saat ini, banyak orang yang mulai melirik bisnis online sebagai peluang yang menghasilkan. Meskipun tidak mudah, apalagi sebagai pemula, hal ini juga bukan sesuatu yang mustahil. Dengan strategi yang tepat, siapapun bisa sukses untuk memulai bisnis online.

Berikut ini adalah 5 langkah memulai bisnis online bagi pemula, yaitu:

Tentukan Produk yang Ingin Dijual

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan tentu adalah menentukan jenis produk apa yang ingin kamu jual.

Untuk menentukan produk, mulailah dengan mengukur permintaan. Kamu bisa gunakan Google keyword planner untuk mencari tahu apa yang sedang banyak dicari secara online. Kamu juga bisa melihat produk terlaris atau hot list di platform e-commerce seperti ShopeeTokopedia atau .

Selanjutnya, kamu perlu mengukur kompetisi. Banyak orang yang mulai berjualan suatu produk tanpa mempertimbangkan siapa yang akan mereka lawan. Kalau kamu tidak menawarkan alasan bagus untuk seseorang membeli dari toko kamu, maka bisnis online-mu dipastikan akan sulit untuk maju.

Tentukan Model Bisnis Online

Setelah mengetahui produk apa yang akan kamu jual, hal selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah menentukan model bisnis online apa yang ingin dijalankan. Dalam hal ini, cobalah untuk memilih model bisnis sesuai kebutuhan ataupun modal yang kamu miliki.

Beberapa model bisnis online yang bisa kamu pilih, yaitu:

Dropshippper

Sebagai dropshipper, tugasmu hanyalah mencari supplier dan mempromosikan produk tersebut secara online. Model yang satu ini cukup populer karena punya banyak kelebihan, diantaranya:

  • Tanpa modal
  • Tidak perlu memiliki stok barang.
  • Pengiriman bisa dilakukan langsung oleh supplier.

Menarik bukan?

Meskipun hampir semua prosesnya di bantu oleh supplier, kamu tetap bisa mengatasnamakan bisnis online shop kamu lho!

Reseller

Nah, berbeda dengan dropshipper, sebagai reseller kamu harus membeli produk dalam jumlah tertentu dari supplier untuk ketersediaan stok. Selain itu, kamu juga bertanggungjawab langsung untuk melakukan promosi serta menjalankan pengiriman barang yang dijual.

Distributor

Sebagai distributor, kamu berperan sebagai perantara yang menyalurkan produk dari pabrik ke
pengecer (reseller). Biasanya, model bisnis yang satu ini memerlukan modal yang cukup besar, karena harus membeli barang dalam jumlah yang besar pula.

Produsen

Sebagai produsen, kamu membuat dan memproduksi barang sendiri dengan mengolah barang mentah menjadi produk yang siap dijual. Untuk menjalankan model bisnis ini, kamu memerlukan modal yang besar.

Selain itu, untuk menjadi produsen kamu juga harus melalui proses yang cukup panjang hingga dapat memproduksi suatu barang.

Tentukan Target Pasar

Selanjutnya, kamu benar-benar harus memahami dengan baik siapa target audience yang ingin kamu sasar. Untuk memudahkan dalam menentukan siapa yang akan menjadi target market, kamu bisa mulai dengan membuat BUYER PERSONA.

Buyer persona adalah profile dari orang yang menggunakan/membeli produk atau jasamu.

Dalam membuat buyer persona, setidaknya ada 4 hal yang harus kamu definisikan secara rinci, yaitu :

  • Demografi : usia, jenis kelamin, status marital, jumlah anak, tempat tinggal. pendidikan, pendapatan, hingga pekerjaan.
  • Minat : hobi, komunitas, majalah/buku yang dibaca, tokoh yang disukai, musik yang didengarkan, acara TV, makanan/minuman favorit, dan lain sebagainya.
  • Perilaku : sosial media yang digunakan, smartphone yang dipakai, sistem operasi, dan lain sebagainya.
  • Goal : mimpi yang ingin dicapai, keinginan yang ingin dipenuhi atau masalah yang ingin dipecahkan.

Pilih Platform Jualan

Seiring berkembangnya waktu, ada banyak sekali wadah yang bisa kamu gunakan sebagai platform untuk berjualan atau melakukan pemasaran secara online. Mulai dari social media, marketplace, atau bahkan WhatsApp. Tujuan menggunakan platform-platform tersebut adalah sebagai media untuk mengkomunikasikan apa yang sedang kamu tawarkan. Sehingga orang bisa membaca penawaran, melihat visualisasi dari produk/layanan, serta melakukan aksi yang kamu harapkan harapkan.

Masing-masing platform ini biasanya memiliki perbedaan dari segi segmentasi yang harus kamu ketahui. Untuk itu, sebelum menentukan media yang digunakan, tentukan terlebih dulu target audience yang akan disasar ya!

Siapkan Pembukuan Usaha

Nah, yang terakhir yang wajib kamu persiapkan untuk bisnis online ialah pembukuan keuangan. Hal ini sangat penting guna membantu kamu mengevaluasi bisnis yang dijalankan. Sehingga nantinya kedepan, kamu bisa menentukan strategi dan langkah bisnis yang lebih baik lagi.

Untuk mempermudah proses pembukuanmu, CrediBook kini hadir dengan Fitur Transaksi. Melalui fitur ini, kamu bisa mencatat semua transaksi baik pemasukan, pengeluaran, hingga utang-piutang. Tidak hanya itu, kamu juga bisa mendownload laporan usaha dengan lebih mudah. Jadi, gak perlu repot lagi buat ngitung keuntungan ataupun membuat pembukuan. Lebih #GampangNgurusKeuangan dengan CrediBook. Yuk download sekarang, dan nikmati semua fitur unggulannya!

Bagikan post ini

whatsapp
whatsapp
whatsapp