logo

Cara Sukses Jalankan Bisnis Dropship Tanpa Modal 2020

17 Okt 2020

Saat ini bisnis online menjadi salah satu ide usaha yang paling menarik untuk dijajaki. Bagaimana tidak? Pada 2019 silam, lembaga riset asal Inggris,Merchant Machine bahkan menobatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan e-commerce tercepat di dunia, yaitu mencapai 78%. Dengan pertumbuhan yang luar biasa itu, Indonesia diprediksi akan menjadi pasar e-commerce terbesar se-Asia.

Nah, dari sekian banyak model bisnis online, dropship merupakan salah satu yang cukup potensial. Tidak hanya itu, skema bisnis dropship ini juga bisa dibilang minim resiko. Penasaran bagaimana cara menjadi dropshipper sukses? Kalau iya, artikel ini sangat cocok buat kamu baca.

Apa Itu Dropship?

Dropship merupakan model bisnis yang memungkinkan kamu untuk menjual suatu produk tanpa harus menyetok barang fisiknya terlebih dulu.

Sekilas, dropship ini memang mirip seperti bisnis reseller, yaitu menjual barang dari supplier ke pembeli. Yang membedakan adalah, dropshipper atau orang menjalankan bisnis dropship, tidak perlu menyetok dan melakukan pengiriman barangnya ke pembeli. Sebagai Dropshipper, kamu hanya perlu meneruskan pesanan dari pihak pembeli ke pihak supplier-nya. Setelah itu, pihak supplier akan mengirim barang tersebut ke pihak pembeli atas nama si dropshipper tadi.

Dengan kelebihan dan potensi yang dimiliki, tak heran model bisnis online yang satu ini begitu diminati. Siapa saja bisa memulai bisnis dropship tanpa modal besar, bahkan dapat dikatakan tanpa modal. Yang diperlukan untuk memulai dropship hanyalah keuletan dari dropshipper itu sendiri.

Keuntungan Menjalankan Bisnis Dropship

Sebenarnya ada banyak manfaat atau keuntungan yang bisa didapat dari bisnis dropship ini. Beberapa diantaranya yaitu:

Tanpa Modal

Untuk memulai sebagai dropshipper, kamu tidak memerlukan investasi atau modal dalam jumlah besar, bahkan dapat dibilang tanpa modal. Yes, kamu tidak salah baca! Bisnis Dropship bisa dimulai dengan modal nol rupiah!

Mengapa demikian? Karena kamu tidak perlu menyetok barang dagangan. Tidak perlu menyewa gudang. Bahkan kamu tidak usah membuat packaging serta menghitung ongkos kirim. Yang kamu perlukan hanyalah pengetahuan di bidang ecommerce, peka peka terhadap keinginan pasar, serta kemauan untuk mempromosikan bisnis tersebut.

Selain itu, pastikan juga kamu memiliki attitude yang baik dalam melayani setiap pelanggan yang ingin melakukan pemesanan. Tanggapi segala pertanyaan dari calon pembeli dengan sabar,cekatan, dan lebih profesional.

Lokasi dan Waktu Berjualan Fleksibel

Jika dibandingkan dengan model bisnis atau pekerjaan kantor yang sifatnya lebih formal, bisnis dropship merupakan praktik yang jauh lebih fleksibel. Tak ada jam operasional yang harus kamu ikuti. Tak perlu mempersiapkan penampilan sebelum bertemu calon pembeli. Maupun praktik bisnis konvensional lainnya. Selagi ada koneksi internet, bisnis kamu pun akan tetap bisa berjalan.

Dengan waktu dan tempat yang fleksibel tersebut, kamu bisa membagi waktu sambil melakukan hal lain seperti menjaga anak, bersih-bersih rumah, bahkan bisa sambil menikmati liburan. Oleh karenanya, siapapun bisa menjadi dropshipper. Mulai dari karyawan, mahasiswa, hingga ibu rumah tangga.

Pilihan Produk Variatif

Saat ini ada banyak sekali platform/supplier yang menawarkan program dropship dengan beragam pilihan barang untuk dijual. Mulai dari produk kecantikan, gadget, pakaian, alat kebutuhan rumah tangga, sepatu, dan banyak lainnya.

Kamu tidak perlu khawatir memiliki terlalu banyak saingan. Biasanya pelaku dropship hanya mendalami satu atau dua segmen produk. Karena jika terlalu banyak, justru dropship menjadi tidak terlalu efektif. Dropshipper sering kali kewalahan dengan begitu banyak jenis produk yang ditawarkan. Hal inilah yang sering membuat reputasi toko milik dropshipper menjadi kurang baik.

Cara Mulai Menjadi Dropshipper

Strategi yang baik adalah kunci untuk membangun bisnis dropship yang sukses dan menghasilkan. Berikut beberapa tips untuk memulai bisnis dropship yang bisa kamu lakukan.

1. Memilih Supplier yang Tepat

Hal pertama dan terpenting untuk menjadi dropshipper ialah memilih supplier yang tepat. Termasuk mempertimbangkan jenis produk yang ingin dipasarkan.

Partner dropship / supplier barang yang tepat akan Sangat membantu dalam melancarkan bisnis kamu.

Karena perlu diingat, sebagai dropshipper, kamu tidak ikut campur di dalam pengecekan kualitas serta proses pengiriman barang dari supplier ke pembeli. Meskipun begitu, kamu tetap akan diminta pertanggungjawaban dari si pembeli barang jika terjadi keterlambatan ataupun kendala lainnya. Apalagi bila produk yang dipesan tidak sesuai dengan harapan si pembeli.

Inilah mengapa sebagai dropshipper kamu harus pandai memilih supplier yang terpercaya dan dapat diandalkan. Pilihlah supplier dengan kualitas dan reputasi yang sudah terbukti baik.

Berikut adalah beberapa poin yang bisa kamu pertimbangkan dalam menentukan supplier yang tepat.

  • Barang apa yang disediakan oleh supplier?
  • Apakah harga yang ditawarkan supplier cukup kompetitif?
  • Sudah berapa lama supplier menjalankan bisnis tersebut?
  • Bagaimana proses pengiriman yang ditawarkan?
  • Adakah biaya tambahan?
  • Apa kemasan bisa dikustomisasi dengan label brand kamu sendiri?
  • Bagaimana kebijakan jika ingin melakukan pengembalian ke supplier?
  • Bagaimana rating dan ulasan pelanggan supplier di internet (forum dan social media)?

Lalu di mana kita bisa menemukan supplier? Sebenarnya bisa dari mana saja, mulai dari e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee, hingga website penyedia layanan dropship seperti baleomol, dropshipaja, dan lain sebagainya.

2. Mulai Kerjasama dan Menentukan Harga

Untuk memulai kerjasama dengan supplier sebenarnya cukup sederhana. Setelah kamu berhasil menemukan supplier yang cocok, kamu hanya perlu melakukan booking produk untuk dicoba terlebih dahulu. Lalu bila memang proses pengiriman serta kualitas produknya bagus, kamu hanya perlu mulai menjalin hubungan baik dengan mereka.

Terkait harga, biasanya keuntungan atau profit yang didapat sebagai dropshipper adalah 10-20% untuk satu produk. Semakin banyak produk yang bisa kamu jual, maka semakin besar pula total penghasilan yang bisa kamu dapatkan.

Tapi perlu diketahui juga, beberapa supplier mewajibkan para dropshipper-nya untuk menjual produk dengan harga yang sudah ditentukan. Alasannya, agar para dropshipper tidak menjatuhkan harga pasar yang sudah ada. Jadi coba pastikan terlebih dahulu ketentuan harga yang mereka terapkan sebelum bekerjasama.

3. Membangun Brand Bisnis

Branding merupakan salah satu hal yang tidak bisa kamu abaikan. Karena lewat branding, sebuah bisnis bisa diingat oleh banyak orang. Dengan branding yang kuat, suatu bisnis akan mampu menarik pelanggan dan menjadikan dirinya berbeda dengan bisnis lain. Selain itu, branding juga bisa menjadi nilai jual atau unique selling point bagi bisnis kamu.

Buatlah brand dengan nama dan logo menarik pada toko dropship kamu. Kekuatan branding dapat diukur berdasarkan 3 kategori, yaitu:

  • Top of Mind

Sebuah brand langsung dikenal ketika seseorang menginginkan kategori produk tertentu. Misalnya, ketika kamu ingin membeli air mineral, brand pertama yang kamu sebutkan pastinya adalah Aqua bukan? Hal ini terjadi karena Aqua telah berhasil menempati kasta brand awareness yang tertinggi untuk kategori produk air mineral.

  • Un-aided Awareness

Ketika konsumen mengenal brand tersebut setelah dipancing dengan sebutan brand kompetitornya. Misalnya untuk air mineral, kamu menyebutkan brand vit, “yang mirip dengan aqua dan ades itu lho.” Jadi pengenalannya harus melalui brand sejenis, yang mungkin lebih terkenal.

  • Aided Awareness

Ketika sebuah nama brand harus diperkenalkan terlebih dahulu kepada konsumen. Dengan kata lain, konsumen tidak otomatis memikirkannya.

Supaya mencapai tingkatan tertinggi brand awareness, ada banyak hal yang bisa dilakukan. Misalnya dengan melakukan campaign di social media serta menjalankan program promosi (Diskon, Gratis Ongkir, Cashback, dll.).

3. Berikan Service Terbaik Kepada Konsumen

Cobalah untuk selalu bersikap ramah serta profesional dalam menangani pembeli. Untuk membantu mereka, kamu bisa membuat syarat dan ketentuan untuk pemesanan. Mengimbau mereka untuk membaca terlebih dahulu semua syarat tersebut, rincian produk dan lain sebagainya. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi tingkat stress kamu dalam melayani pembeli.

4. Buatlah Pembukuan Usaha

Apapun model bisnis yang ingin dijalankan, kamu harus memiliki pembukuan keuangan yang rapi dan benar. Hal ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan usahamu. Simak alasan mengapa kamu harus membuat laporan keuangan usaha disini.

CrediBook merupakan salah satu aplikasi pembukuan digital yang dapat mempermudah kamu dalam membuat laporan keuangan dengan lebih mudah, cepat, dan aman. Dengan CrediBook, kamu hanya perlu memasukkan seluruh transaksi ke dalam CrediBook dan sistem lah yang akan membantu kamu menyusunnya dengan lebih rapi.

Yuk download CrediBook sekarang dan nikmati dan kemudahan dalam membuat laporan keuangan usaha kamu.


Bagikan post ini

whatsapp
whatsapp
whatsapp