thumbnail

Cerita Nasrul, Duduk-duduk Dapat Duit Ala Pebisnis Kredit

8 Februari 2021

Memulai bisnis kredit di tahun 2005 dengan modal 3 Juta, Acep Nasrulloh kini sukses menghasilkan omset puluhan juta setiap bulan, bersama beberapa orang karyawan nya.

Terinspirasi dari teman dan tetangga yang merantau ke ibukota, Nasrul muda pun memberanikan diri untuk pindah ke Jakarta dan memulai usaha kreditnya sendiri. Bermodalkan 1 motor, ia pergi dari satu kampung ke kampung lain untuk menawarkan berbagai produk kredit. Mulai dari pakaian, perabotan pakaian rumah tangga, elektronik, dan lain-lain.

Memang bukan jalan yang mudah. Nasrul yang saat itu belum terlalu mengenal Jakarta, harus berjuang lebih keras untuk memasarkan produknya. Namun berkat kegigihan, usaha kreditnya pun mampu berkembang hingga memiliki puluhan karyawan dan omset ratusan juta sebulan. “Di tahun 2016, usaha kredit saya sempat naik. Kurang lebih saya punya 26 orang karyawan dengan omset perbulan nya saat itu mencapai ratusan juta,” ungkap Nasrul.

Meskipun sekilas menyenangkan, duduk-duduk dapat duit, bukan berarti bisnis ini minim resiko. Di tahun 2018, bisnis Nasrul sempat mengalami penurunan yang sangat signifikan, bahkan memaksanya harus berhenti sementara. “Usaha saya sempat drop dikarenakan buruknya sistem pembukuan yang digunakan, ditambah semakin ketatnya persaingan,” cerita Nasrul. “Memang sempat buat saya hampir nyerah saat itu. Cuma karena dukungan dan motivasi keluarga dan orang terdekat, pelan-pelan saya coba untuk bangkit,” tambahnya.

Kejadian itu memaksa Nasrul akhirnya membangun kembali usaha kreditnya dari nol. Belajar dari pengalaman, Nasrul pun kini mulai menggunakan pembukuan berbasis digital. Ia menggunakan aplikasi CrediBook untuk membantu mengelola keuangan usaha. Menurutnya, pembukuan itu adalah salah satu hal terpenting, terlebih lagi untuk usaha kredit. “Namanya juga usaha kredit keliling, kita gak ada perjanjian formal dengan pelanggan, cukup dengan asas kepercayaan. Bayangin kalau pembukuan nya masih pakai manual? Pastinya akan sangat rawan salah dan manipulasi,” kata Nasrul.

Seiring berjalannya waktu, bisnis kredit Nasrul pun berangsur naik. Kini ia sudah memiliki beberapa karyawan dengan omset puluhan juta setiap bulannya. Meskipun belum sebesar dulu, Nasrul percaya bisnisnya akan mampu melangkah lebih baik dengan sistem yang ia gunakan saat ini.

Template_Blog_d2021.jpg
“Buat saya CrediBook itu simpel, gampang, dan mudah dimengerti. Saya udah gak perlu hitung manual lagi, karyawan bisa input catatan utang pelanggan, saya pun bisa pantau cukup lewat HP aja!" Ulas Nasrul.

Itulah cerita jatuh bangun Acep Nasrulloh dalam membangun bisnis kreditnya. Jika PakBos & Bukbos punya pengalaman menarik tentang manfaat CrediBook untuk usahanya, silakan kirim ke info@credibook.com atau DM kami di Instagram @credibook.

Nah, buat kamu yang belum pakai CrediBook, yuk download sekarang dan nikmati kemudahan dalam mengelola keuangan usaha!

Tonton Cerita Nasrul Selengkapnya Di sini!

Bagikan Artikel ini

whatsappwhatsappwhatsapp

Promo & Blog Terbaru