thumbnail

Mengenal Bisnis Akuarium yang Lagi Naik Daun di Tahun 2021

23 April 2021

Sebuah tren bisnis dapat melahirkan tren bisnis lainnya, loh. Efeknya seperti domino. Contohnya adalah tren bisnis ikan hias yang mendorong naiknya bisnis akuarium. Salah satu pelakunya adalah Doni (28 tahun). Awalnya Doni berkecimpung di bidang mebel kayu. Lesunya bisnis mebel kayu di tengah pandemi mendorong Doni memutar otak. Ia pun melirik bisnis akuarium.

Doni terpikir untuk membuat akuarium soliter dari bahan akrilik yang dibingkai kayu dan diberi lampu. Akuarium soliter umumnya digunakan untuk ikan cupang maupun ikan kecil lainnya. Satu akuarium hanya dihuni satu ekor ikan. Semua bahan bakunya dia dapatkan dari sesama pengrajin di Bogor, kota tempatnya tinggal.

Doni menyebutkan bahwa bisnisnya ramah lingkungan. Kayu yang dia gunakan adalah kayu bekas. Kayu ini berasal dari pohon pinus dan pohon jati belanda. Tentu kayu yang digunakan kondisinya tidak sempurna karena penuh dengan paku dan serat yang kasar. Kayu-kayu ini dia olah agar memiliki nilai jual kembali. Mulai dari pemotongan, penyerutan, hingga benar-benar berbentuk kerangka akuarium yang cantik.

Setelah kerangkanya jadi, ia akan menyatukan kerangka kayu tersebut dengan akuarium akrilik dari supplier. Inovasi lainnya dia tampilkan dengan menanam lampu di kerangka kayu sehingga menjadikan tampilan akuarium ini mewah. Tentunya inovasi ini juga membuat harga jual akuarium tersebut bertambah.

Doni memasarkan akuarium soliter buatannya ke komunitas-komunitas pencinta ikan hias maupun keluarga. Awalnya hanya ada satu dua pesanan saja yang datang. Namun, setelah banyak yang puas dengan karyanya, pesanan pun makin banyak. Sebenarnya prinsip inovasi yang dilakukan Doni bisa diaplikasikan pada bisnis lainnya, apa saja?

1. Bisnis Harus Dinamis

Turunnya daya beli bukan hambatan bagi seorang pebisnis. Pebisnis harus pintar mencari tahu selera pasar. Caranya pun beragam mulai dari observasi, survei, sampai mengikuti tren di media sosial.

Strategi ini disebut sebagai pivot bisnis yaitu ketika pebisnis mengubah haluan karena produknya tidak lagi menemukan pembeli. Ada banyak contoh perusahaan besar yang mampu beradaptasi selama pandemi. Contohnya Sinarmas yang kini memproduksi masker dan Marta Tilaar yang memproduksi hand sanitizer.

Sebenarnya akuarium sendiri bukan tren terbaru melainkan jenis produk yang selalu laku. Hal yang membedakan akuarium soliter produksi Doni adalah inovasinya. Akuarium soliter biasa umumnya hanya berupa kotak persegi panjang tanpa elemen tambahan sehingga terlihat biasa. Doni menambahkan rak kayu dan lampu sehingga akuariumnya memiliki nilai tambah.

2. Jeli Menemukan Potensi

Ketika ingin memulai suatu bisnis, kamu perlu memikirkan pasokan bahan baku. Kalau modal terbatas, bahan baku sebaiknya dari lokasi terdekat agar biaya dapat dipangkas. Doni memanfaatkan potensi di Kota Bogor yang memiliki banyak pengrajin kaca dan kayu. Biaya dapat ditekan, produksi pun dapat berjalan.

3. Tahu Cara Menemukan Pasar

Membuat inovasi tanpa memiliki pembeli adalah hal yang sia-sia. Pebisnis perlu memikirkan bagaimana agar produknya terjual. Kamu bisa mengikuti cara yang dilakukan oleh Doni. Ia memahami bahwa pelanggan akuarium soliternya adalah pencinta ikan hias. Karena itu ia pun menawarkan produknya ke berbagai komunitas. Ia memanfaatkan jaringan komunitas sehingga produknya lebih mudah terjual.

4. Memanfaatkan Media Sosial

Doni juga aktif memasarkan produknya melalui media sosial. Ketika pertama kali posting, banyak orang merasa penasaran dengan produk yang ia tawarkan. Pembeli pun mulai berdatangan. Setelah melihat antusiasme publik, Doni pun mulai membuat inovasi baru yaitu rak tanaman dari kayu. Rak tanaman ini memiliki bentuk yang berbeda dibanding rak tanaman konvensional.

Kamu juga bisa seperti Doni. Jangan lupa, selalu perhatikan aspek keuangan usahamu ya!

Untuk mempermudah, kamu bisa menggunakan aplikasi catatan keuangan digital seperti CrediBook. Dengan CrediBook, kamu bisa mencatat seluruh transaksi pemasukan dan pengeluaran usaha, otomatis hitung keuntungan, hingga mendownload laporan keuangan usaha dalam bentuk PDF. Sangat praktis bukan?

Yuk download aplikasi CrediBook di Google Play Store sekarang dan nikmati berbagai fitur unggulan untuk membantu kamu kelola keuangan usaha lebih baik.

Bagikan Artikel ini

whatsappwhatsappwhatsapp

Promo & Blog Terbaru