thumbnail

Mengenal Jastip (Jasa Titip), Ide Bisnis Menarik yang Patut Dilirik

17 Agustus 2021

Beberapa tahun belakangan ini, mulai banyak bisnis jastip alias jasa titip bermunculan di media sosial. Jastip awalnya populer untuk orang-orang yang ingin membeli produk dari luar negeri. Namun, dengan berjalannya waktu kini jastip juga melayani pembelanjaan dalam negeri. Misalnya jastip oleh-oleh khas Bali atau Jogja.

Jastip adalah bisnis yang unik karena sejak awal target marketnya sudah jelas. Artinya pembeli harus sudah ada, bukan dicari. Hal inilah yang membuat usaha jastip ini minim resiko. Karena umumnya, usaha jastip menerapkan sistem pre-order (PO). Artinya, pelanggan harus membayar sejumlah uang untuk produk dan jasa yang kita tawarkan, sebelum produk tersebut kita belikan. Tanpa harus stok barang ataupun keluar modal di awal.

Orang-orang yang menggunakan layanan jastip umumnya terkendala jarak, waktu, maupun biaya saat ingin membelinya. Biasanya produk yang dibeli melalui jastip adalah produk yang memang tidak bisa didapatkan dengan mudah. Hal ini karena produk tersebut merupakan produk khas suatu daerah atau negara.

Buat kamu yang hobi belanja, tinggal di perantauan, ataupun yang suka berpergian, usaha jastip ini sangat cocok untuk kamu jalankan. Namun, di balik ide bisnis yang terlihat menggiurkan ini, jastip juga memiliki tantangannya sendiri.

1. Menentukan Harga

Menentukan harga akan sedikit rumit bila jastip yang dilakukan adalah produk-produk luar negeri. Selain memperhatikan kurs mata uang antarnegara, kamu juga perlu memikirkan biaya lain yang dikeluarkan. Salah satunya adalah biaya transportasi ke tempat belanja. Belum lagi bila ternyata perkiraan harga meleset. Kenyataannya memang harga produk lebih mahal dibanding dari hasil riset.

Nah, masalah tersebut bisa dihindari bila pembayaran dilakukan setelah barang diterima pembeli. Sayangnya, cara ini berisiko karena ada kekhawatiran pembeli membatalkan pembelian tiba-tiba. Penjual dapat rugi. Sebaiknya, bila pembeli meminta pembayaran di akhir, pembeli diminta membayar uang muka atau DP. Kamu bisa membuat perjanjian bila pembeli membatalkan pesanan maka uang muka akan hangus.

2. Mempromosikan Jasa

Sebelum memulai bisnis ini, pastikan dulu kamu mengetahui siapa yang benar-benar menggunakan layanan jastip. Temukan komunitas atau orang-orang yang memang akan menjadi pelangganmu. Informasikan sejak jauh hari kalau kamu mau pergi dan membuka jastip.

Selain riset lewat internet, kamu juga bisa menghubungi orang Indonesia yang tinggal di luar negeri. Minta mereka mencari tahu mengenai produk-produk yang hits dan bisa dijadikan target jastip. Kamu bisa menawarkan daftar produk tersebut dan mencatat siapa saja yang membutuhkan jastip.

Bila tidak melakukan keduanya, kamu juga bisa membuka jastip ketika sudah sampai di negara tujuan. Gunakan media sosial dan unggah foto-foto produk yang menarik lalu tawarkan layanan jastip. Ajak orang-orang yang menggunakan jasamu untuk menge-post layananmu di media sosial mereka agar lebih banyak pembeli tertarik.

3. Trik Belanja

Apakah tempat tujuanmu berbelanja akan mengadakan diskon? Kalau ada, kapan? Apakah ada promo bila pembelanjaan menggunakan kartu kredit atau dengan minimum jumlah tertentu? Misalnya ada promo Buy 1 Get 1. Tentu informasi-informasi ini akan sangat berguna buatmu. Kamu bisa memberi diskon kepada pelanggan karena harga produk yang didapat lebih murah. Kamu juga bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan keuntungan sendiri.

4. Kemudahan Mobilitas

Kalau kamu berbelanja seorang diri, pikirkan seberapa banyak barang yang bisa kamu bawa. Hindari membeli barang terlalu banyak sehingga membuatmu kesulitan ketika membawanya. Akan lebih baik bila kamu ditemani orang lain untuk membantu membawakan barang belanjaan. Manfaatkan jasa kurir bila ada.

Simpulan

Jastip adalah ide bisnis yang menarik dan layak ditekuni. Banyaknya usaha jastip di media sosial membuktikan adanya permintaan dari pasar. Agar dapat bersaing dengan bisnis jastip lainnya, usahakan memiliki harga kompetitif dan layanan yang baik.