thumbnail

Tips Sukses Memulai Usaha Grosir

11 Maret 2021

Bisnis Grosir merupakan salah satu sektor bisnis yang gak ada matinya. Dengan menjual berbagai kebutuhan pokok, bisnis ini bahkan bisa tetap sukses dan bertahan ditengah pandemi. Cara bisnis grosir pun bisa dikatakan relatif mudah, mulai dari proses persiapan, pengenalan, pemasaran hingga pengembangan bisnis.

Buat kamu yang ingin menjadi grosir, ada beberapa langkah strategis untuk menghasilkan banyak keuntungan. Langkah strategis ini diperlukan agar meminimalisir kesalahan pada kemudian hari.

Apa saja langkah-langkah strategis itu?

Menentukan Usaha

Menentukan apa yang ingin dijual

Tujuan utama grosir adalah membeli barang dalam jumlah besar dengan harga per produk yang relatif lebih rendah. Lalu menjualnya dengan harga yang sedikit mahal untuk mendapatkan keuntungan.

Untuk mencapai keuntungan, kamu perlu membeli barang yang memiliki nilai tetap dan memungkinkan untuk menjualnya.

Selanjutnya, lakukanlah riset pasar secara menyeluruh untuk mencari tahu jenis barang yang tepat untuk usahamu.

Jika kamu mempunyai pengetahuan khusus atau pengalaman bekerja di bidang tertentu. Hal ini bisa menjadi keuntungan lebih!

Mengapa? Karena akan lebih mudah, bukan, untuk memahami dan menjualnya.

Manfaatkan hal tersebut agar kamu bisa memahami suatu produk dengan calon konsumennya lebih cepat!

Selain itu, faktor penting untuk menjadi seorang grosir yang baik adalah keahlian berbisnis, kepemimpinan, dan manajemen yang baik. Jika kamu masih memiliki kelemahan dalam beberapa hal tersebut. Segera tingkatkan kemampuan, ya, dengan mengikuti pelatihan atau cara lain yang membuatmu nyaman/

Pilih jenis usaha grosiran apa yang ingin kamu jalankan

Ada beberapa jenis usaha grosir yang bisa kamu pertimbangkan. Salah satunya, yakni

Grosir umum, jenis grosiran yang menjual barang berbagai jenis dalam jumlah besar dari satu pemasok atau lebih. Lalu, menjualnya dalam jumlah yang lebih kecil dengan harga yang lebih tinggi dari harga beli.

Grosir khusus, jenis grosiran yang biasanya memiliki banyak pemasok dan pembeli. Namun, tetap mengkhususkan diri menjual pada produk tertentu.

Grosir diskon, jenis grosiran yang menyediakan barang-barang diskon, barang-barang yang diolah lagi atau refurbished, cuci gudang, dan sebagainya.

Grosir dropshipping, jenis grosiran yang membeli dan menjual barang seperti grosir lainnya. Namun, grosir ini tak benar-benar memiliki stok barang tersebut. Melainkan, barang tersebut dikirimkan langsung dari pemasok ke pembeli.

Grosir online, jenis grosiran yang usahanya berbasis online dan tak memiliki toko fisik. Cara ini menjadi cara yang lebih murah dan efisien untuk menjalankan usaha.

Lakukan evaluasi keuangan

Setelah melakukan riset pasar dan memiliki strategi bisnis yang jelas. Selanjutnya, kamu perlu memikirkan kondisi keuangan.

Apakah modal yang kamu miliki sudah cukup?

Modal ini sangat penting, karena dengan modal yang cukup akan memberi pengaruh besar terhadap jenis usaha apa yang cocok untuk didirikan dan pertahankan.

Ingat! Kamu harus tahu bahwa keuntungan balik modal usaha grosiran bisa memakan waktu yang cukup lama.

Tergantung dari seberapa efektif strategi penjualan dan pemasaran yang dilakukan.

Perhatikan! Jika kamu memiliki modal yang terbatas. Kamu bisa mempertimbangkan untuk memulai usaha kecil secara online. Sambil mengumpulkan dana hingga cukup untuk memulai usaha yang lebih besar.

Hindari memulai dan mengembangkan usaha grosiran melebihi modal yang kamu miliki. Hindari juga untuk berutang, karena meningkatkan risiko tambahan terhadap usaha!

Buatlah perencanaan usaha

Salah satu unsur penting dalam setiap usaha grosiran yang sukses adalah perencanaan yang matang, menyeluruh, dan penuh pertimbangan.

Kamu perlu menetapkan perencanaan untuk memperkuat rencana strategi dari usahamu. Rencana tersebut, haruslah meliputi analisis pasar yang sudah dilakukan, hingga proyeksi mengenai cara Anda ingin mengembangkan usaha.

Mulai menyiapkan usaha grosiran

Kembangkan keberadaan bisnismu di dunia maya

Setelah merencanakan dan melakukan riset, kini saatnya untuk mengembangkan keberadaan usaha grosiranmu. Mulailah untuk membuat akun media sosial yang mana di situ tempat berkumpulnya calon konsumenmu. Pastikan melakukan riset tentang keberadaan calon konsumenmu di media sosial yang mana, ya.

Kamu juga bisa mulai membuat website untuk menambah kepercayaan dan menarik perhatian calon pembeli dan pemasok.

Urus persyaratan hukum dan regulasinya

Sebelum memulai usaha grosiran, kamu perlu melegalkan atau mengesahkan usahamu di mata hukum. Kamu harus melakukan pendaftaran usaha dan mendapatkan izin dalam menjalankannya.

Izin usaha yang harus kamu miliki disebut Surat Izin Usaha Perdagangan atau SIUP. Membuat SIUP diperlukan dan diwajibkan, baik perorangan maupun badan usaha. Baik usaha kecil maupun berskala besar.

Sebaiknya kamu membuat SIUP sebagai bukti legalitas usaha grosir yang akan kamu jalankan. Legalitas usaha juga sangat menguntungkan usahamu dalam mendapatkan kepercayaan konsumen atau kolega bisnis.

Pahami berbagai pemasok

Sebelum memilih pemasok yang tepat. Kenali terlebih dahulu sejarah dan kelegalan dari pemasok. Apakah pemasok memiliki reputasi baik? Apakah layanan dan produknya memuaskan?

Empat jenis pemasok terdiri dari produsen, pengrajin mandiri, importir, dan distributor.

Lakukan evaluasi terhadap pemasok

Setelah mulai memperoleh gambaran yang jelas mengenai latar belakang pemasok. Saatnya untuk memikirkan langkah selanjutnya, yakni mengenai harga yang ditawarkan pemasok apakah cocok atau belum.

Ketahui juga keandalan, kelihaian, dan ketepatan pemenuhan pesanannya seperti apa. Hal ini diperlukan agar tak terjadi masalah pada kemudian hari.

Faktor lainnya yang penting untuk dipertimbangkan adalah lokasi pemasok. Jika lokasi pemasok ada berada di luar kota, provinsi, atau luar negeri. Berarti ada biaya tambahan dalam hal pengiriman yang akan memengaruhi waktu yang dibutuhkan ketika sampai di tujuan.

Jadi, perhatikan betul faktor-faktor di atas, ya.

Bagikan Artikel ini

whatsappwhatsappwhatsapp

Promo & Blog Terbaru